Selasa, 07 Juli 2020, WIB
Breaking News

Rabu, 04 Mar 2020, 11:24:50 WIB, 122 View Administrator, Kategori : Pendidikan

Tana Paser, Di Kalimantan Timur, tingkat kecakapan yaitu tingkat melek huruf dan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) sudah mencapai 80,70% namun menurut data Aktivitas Literasi Membaca Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Alibaca Kemendikbud 2019), indeks literasi membaca provinsi masih 46,01%. Alibaca memaparkan penyebab utamanya adalah akses literasi dan kebudayaan masuk kategori rendah. Data berbicara bahwa persentase perpustakaan sekolah dalam kondisi baik dan petugas pengelola perpustakaan harus diperhatikan. Selain itu, masih rendahnya perilaku atau kebiasaan mengakses bahan literasi.

Banyak sekolah yang mengalami tantangan terbatasnya anggaran sekolah, sehingga sulit sekali menyediakan infrastruktur yang mendukung kebiasaan membaca. Ketika menghadapi hambatan minimnya fasilitas sekolah, pesimis untuk membangun perilaku siswa untuk mengakses bahan literasi. Pawi, S.Pd, M.Pd, Kepala Sekolah SMPN 6 Tanah Grogot, yang terletak di pinggir Kabupaten Paser. “Keterampilan membaca penting di semua mata pelajaran guru-guru saya, saya ingin siswa saya melakukannya dengan perasaan senang,” kata Pawi. SMPN 6 Tanah Grogot mempunyai perpustakaan sendiri tetapi untuk dikunjungi seluruh siswa tidaklah cukup ditambah lagi anggaran sekolah belum mampu meningkatkan kapasitas sekolah. Pawi tidak kehilangan akal untuk bagaimana menyediakan infrastruktur budaya baca untuk 178 siswa. Setelah mengikuti pelatihan praktik baik manajemen berbasis sekolah yang diadakan oleh Tanoto Foundation, Pawi memahami perannya sebagai manajer sekolah, bertanggung jawab untuk membuat ekosistem yang ramah terhadap kebiasaan literasi.

Berikut 3 siasat Pawi menumbuhkan minat baca siswanya:

1.  Menyediakan pojok-pojok baca

Pawi bersama guru-guru SMPN 6 Tanah Grogot menyediakan pojok-pojok baca di dalam kelas dan luar kelas. Ketika mengunjungi sekolah ini, setiap 10 langkah, pojok baca akan dijumpai oleh siswa di sekitarnya sedang membaca buku. Pojok-pojok baca ini dibuat dengan sederhana, yaitu dengan membuat rak buku dari kayu. Hanya 31,77% akses literasi Provinsi Kalimantan Timur, dengan adanya pojok-pojok baca ini, diharapkan dimensi akses literasi meningkat.

2.  Menggunakan jejaring alumni dan kemitraan perusahaan untuk penyediaan buku bacaan

Terbatasnya penyediaan buku bacaan merupakan faktor penghambat membangun budaya baca. Pawi beserta dengan rekan guru-guru lain mengontak jejaring alumni SMP untuk menyumbang buku-buku bacaan. Buku-buku ini disusun di rak-rak buku bacaan dan perpustakaan sekolah. Selain itu, Pawi juga rajin mengirim pengajuan pengadaan buku dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR).

3.  Sabar mendampingi siswa membaca

Dalam pelatihan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di Kabupaten Paser bulan lalu, dipaparkan bahwa membuat anak-anak kita cerdas adalah membacakan bahan literasi yang baik dan yang membuat anak lebih cerdas adalah seringnya membacakan bahan literasi baik yang lebih banyak. “Awalnya susah, siswa harus ditemani, kalau tidak buku ditutup dan bermain sendiri, selama sebulan saya harus menemani siswa untuk membaca senyap,” ungkap salah satu fasilitator daerah Kabupaten Paser, Siti Juwariyah. Provinsi Kalimantan Timur masih di angka 34,73%.

Pojok baca ini tidak menggantikan peran perpustakan, tetapi mempermudah akses literasi siswa. Sekarang, SMPN 6 tidaklah sama, para siswa bebas membaca di kawasan sekolah yang rindang dan teduh tanpa terbatas infrastruktur sekolah. “Disini para Kepala Sekolah tidak perlu khawatir jika fisik perpustakaan sekolah belum terbangun, yang terpenting adalah mampu menciptakan kondisi ramah membaca bagi siswanya dan juga dapat mendekatkan buku kepada mereka (siswa)” tutup Spesialis Sekolah dan Pelatihan jenjang SMP/MTs, Agus Prihantoro./Shin



SABAHAT GOWES PGRI PASER BERI BANTUAN SEMBAKO
Minggu, 26 Apr 2020, 13:38:04 WIB, Dibaca : 96 Kali
PGRI PEDULI GERAKAN 1000 MASKER
Minggu, 26 Apr 2020, 13:13:56 WIB, Dibaca : 95 Kali
KOLABORASI , ORANG TUA, DAN SISWA SD NEGERI 035 TANAH GROGOT
Minggu, 26 Apr 2020, 12:51:53 WIB, Dibaca : 126 Kali

Tuliskan Komentar