Minggu, 20 September 2020, WIB
Breaking News

Kamis, 27 Feb 2020, 17:09:32 WIB, 414 View Administrator, Kategori : Pendidikan

Tana Paser, Kalimantan Timur - Pada 2030 hingga 2040, Indonesia akan menghadapi bonus demografi. Penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64% dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa. Untuk memanfaatkan bonus demografi tersebut, diperlukan penyiapan kemampuan para siswa yang mampu berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, serta kreatif dan inovatif.

Kemampuan ini memberikan bekal pada siswa untuk menghadapi revolusi industri 4.0 dan arus globalisasi. Hal itulah yang mendasari Tanoto Foundation melalui Program PINTAR bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Paser mengadakan pelatihan praktik baik pembelajaran aktif dan  budaya baca tingkat SMP dan MTs di Kabupaten Paser,” kata Agus Prihantoro Spesialis Pelatihan Guru dan Sekolah Tanoto Foundation untuk Provinsi Kalimantan Timur (26/2/2020).

Selama tiga hari para guru dibekali kemampuan menerapkan pendekatan pembelajaran aktif MIKiR atau Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi.

Pada mengalami, siswa difasilitasi untuk lebih banyak melakukan kegiatan dan mengamati. Seperti melakukan percobaan, pengamatan, dan berwawancara.

Kemudian pada interaksi, siswa melakukan proses pertukaran gagasan, berdiskusi, atau memberikan komentar pertanyaan, dan saling menjelaskan. Sedangkan guru dapat sesekali mengajukan pertanyaan ketika mengamati.

Pada unsur pembelajaran komunikasi, dapat memotivasi siswa untuk berani dan lancar dalam menyampaikan gagasan. Aktivitas di komunikasi biasanya siswa berpresentasi, mendemonstrasikan, menjelaskan, bercerita, dan mengemukakan pendapat.

Unsur pembelajaran terakhir dan yang paling penting adalah refleksi, yaitu memunculkan sikap untuk mau menerima kritik dan memperbaiki gagasan dan hasil karya. Biasanya guru menstimulasi dengan mempertanyakan dan meminta siswa untuk memberikan kesimpulan.

Ini hal yang baru di Kabupaten Paser. Hal baru ini menarik perhatian para guru di Kabupaten Paser,” kata Kepala Kementerian Agama Kabupaten paser, Abdul Kholiq kepada 46 peserta pelatihan.

Para peserta mengamini bahwa unsur pembelajaran aktif MIKiR dapat mengembangkan kreativitas siswa, membuat kelas hidup dan siswa tidak mengantuk, pemahaman dan potensi siswa juga bisa berkembang optimal. “unsur pembelajaran aktif MIKiR ini meningkatkan daya serap siswa dan mendorong kreativitas siswa sehingga anak lebih dinamis dan adaptif di kelas,” ungkap guru Bahasa Indonesia SMPN 3 Tanah Grogot, Resmita Muktyana.

Pelatihan ini diharapkan meningkatkan kapasitas guru dalam menerapkan pembelajaran aktif yang berkualitas sehingga dapat mengembangkan potensi terbaik siswa. Melalui pendidikan berkualitas, bila bonus demografi tiba, generasi muda Kabupaten Paser bisa mendapatkan kesetaraan peluang./Shin_TF



SABAHAT GOWES PGRI PASER BERI BANTUAN SEMBAKO
Minggu, 26 Apr 2020, 13:38:04 WIB, Dibaca : 353 Kali
PGRI PEDULI GERAKAN 1000 MASKER
Minggu, 26 Apr 2020, 13:13:56 WIB, Dibaca : 290 Kali
KOLABORASI , ORANG TUA, DAN SISWA SD NEGERI 035 TANAH GROGOT
Minggu, 26 Apr 2020, 12:51:53 WIB, Dibaca : 498 Kali

Tuliskan Komentar