Sabtu, 19 Juni 2021, WIB
Breaking News

Selasa, 01 Des 2020, 23:23:13 WIB, 349 View Bowo, Kategori : Kebudayaan

TANA PASER - Untuk memasyarakatkan Museum Sadurangas & Masjid Nurul Ibadah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser melakukan Seminar Kajian Koleksi Museum sadurengas dan Masjid Nurul Ibadah Selasa, 24 November 2020. Seminar ini dihadiri oleh Sekretaris Disdikbud, Kabid dan Kasi Bidang Kebudayaan, Tim Kajian Koleksi Museum, Tokoh Adat, Tokor Msyarakat, Mahasiswa, dan Aji Jamil dan Aji Zainal Abidin sebagai narasumber.

 

Kegiatan ini adalah hasil dari Kajian Koleksi Musesum dan masjid Nurul Ibadah yang dilakukan tim pengkaji di beberapa waktu yang lalu. Kepala Bidang Kebudanyaan Surpiani, SE dalam sambutanya mengatakan “ seminar Kajian Koleksi Museum sadurengas dan Masjid Nurul Ibadah adalah yang pertama kalinya kami laksanakan di tahun 2020 dalam bentuk seminar dan kajian dan dasar kegiatan ini adalah undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan ada 10 OPK yang salah satunya adalah cagar budaya yang termasuk museum, masjid, koleksi dan makam raja serta kawasan semua termasuk dalam cagar budaya”.

 

Surpiani, SE menambahkancagar budaya adalah Bagunan ,struktur bergerak dan tidak bergerak dan kawasan yang dilindungi undang-undang yang tidak boleh melakukan perusakan atau perubahan dari struktur,Bagunan dan kawasan. Jadi dalam hal ini seperti bangunan basjid dan  keraton Sadurenga ini tidak boleh ada yang dirubah baik dari segi bangunan atau bahan seperti kayu dan Koleksi didalamnya dari peninggalan orang yang pernah memimpin kerajaan Alhamdulillah telah di kaji oleh tim pengkaji yang berkompetensi dan pengetahuan dibidang ini”

 

Kabid Kebudayaan juga mengatakan agar mahasiswa atau peserta Seminar bisa sering mengunjungi museum untuk mempelajari sejarah Kerajaan Paser, serta untuk masyarakat yang mempunyai benda yang mempunyai sejarah paser bisa menitipkannya ke museum sadurengas agar koleksi museum bisa bertambah.

 

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Paser dalam hal ini di bacakan oleh Burhanuddin selaku Sekretaris Disdikbud Kab. Paser mengatakan “Museum mempunyai peran yang strategis sebagai ujung tombak komunikasi dan informasi serta mengembangan ilmu pengetahuan serta edukasi masyarakat luas mempunyai nilai penting  bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, kebudayan tehnologi serta pariwisata. Untuk menunjang keberadaan museum maka Kementrian pendidikan dan Kebudayaan melalau dirjend Kebudayaan tahun 2020 Museum Sadurengan mendapatkan Alokasi Dana Non Fisik Museum Sadurengas senilai 600 Juta dan salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah Seminar Kajian koleksi Museum yang sudah dilaksanakan mulai dari bulan agustus yang lalu.”

“Dengan adanya program ini yang dibarengi dengan promosi museum, kita optimis masyarakat akan bergairahakan berkunjung ke museum sehingga museum lebih semarak dan hidup dalam pengelolannya.” Tambah Burhanuddin dalam sambutan Kadisdikbud.

Aji Jamil Narasumber Seminar Kajian Koleksi Museum sadurengas  mengatakan “bahwa dalam hasil Kajian Koleksi museum ini perlu di kaji ulang karena masih ada kekeliruan dalam pendataannya dan agar bisa kita kaji bersama,  seperti tertulis di sini ukiran motip Lempinak di Ujung atap masjid akan tetapi kenyataannya motipnya menyerupai ukiran Jepra, selain itu Nama Masjid ini apakah diberinama sejak awal pendirian atau diberi nama beberapa puluh tahun kemudian setelahnya, biasanya nama masjid kesultanan itu diberi nama dengan nama kesultanan yang memerintah pada saat itu  sebagai satu contoh seperti di Banjarmasin Kalsel disana ada masjid Sultan Suriansyah karena masjid itu didirikan pada masa pemerintahan sultan suriansyah ini lah yang perlu kita kaji bersama”

Aji Zainal Abidin dalam sambutannya menambahkan “ Agar para mahasiswa mengetahui keraton Sadurengas ini bukan perpindahan dari desa lempesu dan penamaan Kesultan Sadurengas ini bukan dinamakan oleh orang paser akan tetapi dibernama oleh Belanda yang asal muasalnya dari nama sungai di desa lempesu yang dihilirnya sungai sadu dan dihulunya sungai rengas. Dan keraton yang ada sekarang adalah rumah pribadi dari Aji Tenggara bin Aji Kimas yang diminta oleh sultan Ibahim Khaliludin diperbesar dan diperpanjang menjadi “Dalam” (Rumah Besar) yang diberi nama dalam  bahasa Paser disebut ‘Kuta Imam Duyu Kina Lenja’ yang kata “Kuta” dalam Bahasa Paser kuno adalah tempat raja, yang menarik dengan keraton Paser adalah berdempetan dengan masjid jadi identik dengan pengruh Islamnya yang tidak dimiliki kesultanan lain yang masjid dan keratonnya  berdampingan langsung dan hanya terdapat di Kabupetan Paser.”

Dalam berjalannya seminar ini mahasiswa sangat antusias mengikuti acara ini ada beberapa dari mahasiswa bertanya dan keingintahuan tentang sejarah Kesultanan Paser dan Museum sadurengas lebih mendalam lagi.

Sebagai penutup Seminar Kajian Koleksi Museum Sadurengas dan Masjid Nurul Ibadah ini diakhiri dengan sambutan dari ketua Kajian Koleksi Museum sadurengas dan Masjid Nurul Ibadah mengatakan “acara seminar ini dilakukaan untuk melestarikan Cagar Budaya khususnya di Kabupaten Paser, Kita sangat bersyukur memperole pengakuan sebagai salah satu cagar budaya Nasional akan tetapi tidak gampang memperolehnya seperti yang di jelaskan Museum ini pernah di renovasi Museum beserta masjid ini pengawasannya langsung arkeologi Pusat, Arkeologi Katim dan Kalsel untuk mendata dan memeriksa pengerjaannya agar tidak ada yang berubah aslinya begitu pula setelah selesai renovasi kembali diperiksa oleh mereka dalam pengerjaannya karena ini Cagar budanya nasional jadi tidak boleh main-main pengerjaannya serta mendapat alokasi dana dari Pusat” ujar M. Yunus Abidin. (Bw/Dkd)

 

Youtube Live Streaming :

Part 1 : https://youtu.be/d8hbFittQK8

Part 2 : https://youtu.be/aVRjQBWYIec



SUPERVISI AKADEMIK KUNCI PEMBELAJARAN AKTIF SELAMA PANDEMI
Minggu, 06 Jun 2021, 22:43:31 WIB, Dibaca : 26 Kali
PEMBEKALAN DAN PENYERAHAN SPMT PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK)
Rabu, 24 Feb 2021, 13:50:04 WIB, Dibaca : 374 Kali
PGRI CABANG KUARO GELAR KONFERENSI CABANG MASA BHAKTI 2021 - 2025
Kamis, 31 Des 2020, 09:58:39 WIB, Dibaca : 547 Kali

Tuliskan Komentar