Sabtu, 19 Juni 2021, WIB
Breaking News

Sabtu, 15 Mei 2021, 05:43:55 WIB, 302 View Bowo, Kategori : Pendidikan

Tanah Grogot – Agustina, S.Pd, guru Matematika kelas VIII di SMPN 2 Tanah Grogot, Fasilitator Daerah Tanoto Foundation mengajak 31 siswa belajar tentang Pembuktian Teorema Pythagoras dan penerapannya secara kontekstual. Pembelajaran secara daring melalui Google Meet selama 1 jam. Pembelajaran ini dilakukan dua pertemuan.

 

Pythagoras merupakan seorang matematikawan dan filsuf Yunani. Beliau dilahirkan pada tahun 570 SM, di pulau Samos, di daerah Ionia. Salah satu peninggalan Phytagoras yang terkenal adalah teorema Pythagoras, yang menyatakan “pada segitiga siku-siku berlaku bahwa kuadrat sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat dua sisi yang lainnya”. Hipotenusa adalah sisi miring berbentuk diagonal, dan merupakan sisi terpanjang sebuah segitiga.

 

Teorema tersebut mampu memudahkan kita dalam perhitungan mencari panjang sisi miring pada segitiga siku-siku. Manfaat dari Teorema Pythagoras dalam kehidupan sehari-hari yaitu : mengetahui panjang suatu bidang miring. tukang bangunan yang akan membangun tembok pondasi rumah. Apakah suatu bangunan pondasi temboknya sudah sudah siku-siku (membentuk sudut 90°), dapat menggunakan teorema pytagoras dan masih banyak lagi manfaat mempelajari Teorema Pythagoras. Penerapan Teorema Pythagoras pada materi lain sangat sering digunakan dalam beberapa materi untuk menyelesaikan soal.

 

Agustina pada pembelajaran ini mengajak siswa belajar matematika dengan melakukan aktifitas seperti bermain potongan puzzle segitiga siku-siku.

 

 

 

 

 

 

 

 

Siswa bermain puzzle dengan menggunaan panduan lembar kerja (LPKD) sehingga siswa dapat membuktikan kebenaran

Teorema Pythagoras. LKPD yang dibuat memuat beberapa pertanyaan produktif, Imajinatif dan terbuka sehingga pembelajaran aktif MIKIR tetap dapat diterapkan walaupun dalam masa pandemi Covid-19. 

 

Dengan puzzle segitiga tersebut siswa menemukan dua macam susunan persegi seperti gambar berikut:

 

 

Agustina memberikan literasi tentang materi prasyarat tentang luas segitiga, luas persegi dan sifat perkalian distributif. Dalam kegiatan ini, Agustina memperagakan bentuk-bentuk segitiga dan luas persegi. Dan siswa diajak untuk mengidentifikasi segetiga dan persegi. Setelah itu siswa dapat menunjukkan bentuk-bentuk dan menjelaskan. Siswa juga diajarkan tentang sifat distributif pada operasi bentuk aljabar. Literasi ini menjadi landasan siswa untuk membantu pengerjaan penugasan. Siswa dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok harus menyelesaikan penugasan yang diberikan.

 

Dalam penugasan, siswa membuat segitiga siku-siku dari bahan yang sudah ada seperti kertas karton, bekas kardus. Kemudian siswa memberi kode a, b, c pada sisi segitiga tersebut.

 

Setelah itu, siswa mencari panjang sisi persegi (besar) dalam a dan b dengan mengingat kembali rumus luas persegi dan sifat distributif pada operasi bentuk aljabar dan luas persegi (besar) dalam a dan b. Sifat distributif ini adalah sifat perkalian. Setelah itu, siswa menentukan luas segitiga siku-siku.

 

Kaila menjawab dengan luas segitiga = ½ x alas x tinggi. Kaila juga menemukan hubungan antara luas persegi besar, luas 4 segitiga siku-siku dan luas persegi kecil. Hubungan antara kuadrat sisi-sisi pada segitiga siku-siku juga dideskripsikan oleh Kaila melalui

 

(a+b)2 = 4 (1/2 ab) + c2

a2 +2ab +b2 = 2ab + c2

kedua ruas dikurangi 2ab a2+ b2 = c2

 

Jadi pada segitiga siku-siku berlaku kuadrat sisi miring sama dengan jumlah d. ari kuadrat sisi-sisi yang lainnya. Bintang, dari kelompok lain menemukan susunan lain dari potongan segitiga siku-siku. Bintang pun menemukan luas persegi dengan = luas 4 segita + luas persegi lubang

 

 

 

Setelah mengerjakan tugas kelompok tersebut, Agustina mengakhiri pembelajaran teorema pitagoras bahwa siswa-siswa berhasil membuktikan teorema pitagoras bahwa segitiga siku-siku berlaku kuadrat sisi miring sama dengan jumlah kuadrat dari sisi yang lainnya. Sebelumnya, Agustina mengajak siswa refleksi dengan menanyakan pemahaman dan perasaan anak. “Perasaan saya senang, pembelajaran ini ada langkah-langkah dan bertanya langsung kepada guru,” ungkap Kayla.

 

Pembelajaran yang dianggap menarik oleh siswa adalah pembuktian Teorema Pythagoras dengan menggunakan Puzzle segitiga siswa dapat menemukan Kebenaran Teorema Pythagoras. (Agustina_Tanoto Foundation)



SUPERVISI AKADEMIK KUNCI PEMBELAJARAN AKTIF SELAMA PANDEMI
Minggu, 06 Jun 2021, 22:43:31 WIB, Dibaca : 27 Kali
MEMBUKTIKAN KEBENARAN TEOREMA PYTHAGORAS DARI BERMAIN POTONGAN PUZZLE
Sabtu, 15 Mei 2021, 05:43:55 WIB, Dibaca : 302 Kali
MEMBEKALI SISWA MENGENALI DIRI SENDIRI
Sabtu, 15 Mei 2021, 05:35:37 WIB, Dibaca : 421 Kali

Tuliskan Komentar